AS dan UE Berbeda Pandangan soal Regulasi AI pada Pertemuan G20
Pada 1 September 2026, AS menjadi tuan rumah pertemuan inovasi G20 di Chapel Hill, North Carolina, di mana penasihat teknologi Michael Kratsios mengadvokasi 'Prinsip Carolina', mendesak negara-negara untuk menghindari regulasi khusus AI. Para pemimpin teknologi Mark Zuckerberg dan Elon Musk mendukung sikap ini, dengan Musk mengkritik regulasi Eropa sebagai terlalu membatasi. Sementara itu, Komisi Eropa mengonfirmasi telah mengirimkan permintaan informasi kepada lebih dari 30 perusahaan AI di seluruh dunia, sebagai langkah awal menuju penegakan AI Act UE, yang mencakup pemeriksaan kepatuhan keselamatan dan hak cipta. Henna Virkkunen dari UE menekankan komitmen blok tersebut terhadap pengembangan AI yang aman dan transparan.
Komentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Yang kita tahu
Komisi Eropa mengirim permintaan informasi kepada lebih dari 30 perusahaan AI di seluruh dunia mengenai kepatuhan terhadap AI Act.
▤ 1 sumber›
Henna Virkkunen, wakil presiden Komisi Eropa, menghadiri pertemuan G20 dan menekankan penegakan AI Act.
▤ 1 sumber›
Michael Kratsios, penasihat teknologi untuk Presiden Trump, menganjurkan Prinsip Carolina, yang menentang regulasi khusus teknologi.
▤ 1 sumber›
AS menjadi tuan rumah pertemuan inovasi G20 di Chapel Hill, North Carolina, pada 1 September 2026.
▤ 1 sumber›
Musk memperingatkan akan kekurangan daya yang signifikan untuk AI tahun depan.
▤ 1 sumber›
Mark Zuckerberg dan Elon Musk menghadiri pertemuan tersebut dan mendukung deregulasi.
▤ 1 sumber›
Aturan transparansi AI Act mulai berlaku pada Agustus 2026.
▤ 1 sumber›
Pada pertemuan inovasi G20 di Chapel Hill, AS mendorong deregulasi AI, sementara UE mengumumkan permintaan informasi kepada lebih dari 30 perusahaan AI berdasarkan AI Act-nya.
Terverifikasi · 1 sumber
Belum ada komentar. Mulai percakapan.