IAEA mendesak akses segera ke situs nuklir Iran, dengan alasan kekhawatiran proliferasi
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menyerukan 'sangat mendesak' untuk mengatasi kurangnya akses ke situs nuklir Iran. Dalam laporan triwulanan, pengawas nuklir PBB menandai kurangnya informasi tentang materi nuklir dan akses ke fasilitas sebagai masalah kekhawatiran proliferasi. Laporan tersebut mengangkat kekhawatiran khusus tentang kurangnya akses ke pabrik Isfahan, yang telah menjadi sasaran serangan AS dan Israel. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan keyakinan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan melalui kesepakatan diplomatik yang tahan lama dan dapat diverifikasi. Iran telah mengatakan bahwa akses ke situs yang terkena aksi militer harus diatur melalui pengaturan khusus, dengan kepala Organisasi Energi Atom Iran menyatakan bahwa IAEA tidak dapat memeriksa pusat-pusat ini sampai mengembangkan kriteria dan protokol khusus. Teheran menangguhkan kerja sama dengan IAEA setelah serangan AS dan Israel pada Juni 2025, dan meskipun mengizinkan inspektur kembali pada September 2025, akses ke situs nuklir yang dibom belum diberikan. Stok uranium yang diperkaya Iran masih belum diperhitungkan, dan IAEA telah melaporkan tingkat pengayaan jauh di atas kebutuhan sipil.
Komentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Yang kita tahu
Iran mengatakan akses ke situs yang diserang harus diatur melalui pengaturan khusus.
▤ 1 sumber›
Teheran menangguhkan kerja sama dengan IAEA setelah serangan AS dan Israel pada Juni 2025, tetapi mengizinkan inspektur kembali pada September 2025.
▤ 1 sumber›
Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan IAEA tidak dapat memeriksa pusat-pusat ini sampai mengembangkan kriteria dan protokol tertentu.
▤ 1 sumber›
Laporan tersebut mengangkat kekhawatiran atas kurangnya akses ke pabrik Isfahan, yang menjadi sasaran AS dan Israel.
▤ 1 sumber›
IAEA telah menyerukan 'sangat mendesak' untuk mengatasi kurangnya akses ke situs nuklir Iran.
▤ 1 sumber›
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan keyakinan bahwa masalah harus diselesaikan melalui kesepakatan diplomatik.
▤ 1 sumber›
Laporan IAEA menandai kurangnya informasi dan akses sebagai masalah proliferasi.
▤ 1 sumber›
Akses ke situs nuklir yang dibom belum diberikan.
▤ 1 sumber›
IAEA telah meminta akses segera ke situs nuklir Iran, memperingatkan bahwa kurangnya informasi dan verifikasi merupakan kekhawatiran proliferasi.
Pendahuluan · 1 sumber
Belum ada komentar. Mulai percakapan.