Pemerintah Inggris pertimbangkan reformasi hukum setelah pengemudi yang membunuh wanita dinyatakan tidak layak diadili
Keluarga Sophie Brimble, yang tewas dalam kecelakaan berkecepatan tinggi pada tahun 2017, menyambut baik pertimbangan pemerintah untuk mereformasi hukum. Pengemudi, Jay Bayliss, dinyatakan tidak layak untuk diadili karena cedera dan diberikan pembebasan mutlak setelah persidangan fakta menemukan dia bertanggung jawab atas menyebabkan kematian akibat mengemudi berbahaya. Kementerian Kehakiman mengatakan setuju bahwa hukum perlu diperbarui dan sedang mempertimbangkan reformasi, termasuk kekuasaan pengadilan yang lebih luas dan perlindungan yang lebih baik bagi korban dan masyarakat.
Yang kita tahu
Sophie Brimble meninggal pada Juli 2017 di Brynmawr, Blaenau Gwent, setelah kecelakaan yang disebabkan oleh Jay Bayliss yang mengemudi dengan kecepatan tinggi.
▤ 1 sumber›
Bayliss dinyatakan tidak layak untuk diadili karena cedera dan diberikan pembebasan mutlak pada April 2026.
▤ 1 sumber›
Petisi dengan lebih dari 10.000 tanda tangan menyerukan reformasi hukum tentang ketidaklayakan untuk mengaku.
▤ 1 sumber›
Kementerian Kehakiman mengatakan setuju bahwa undang-undang perlu diperbarui dan sedang mempertimbangkan reformasi.
▤ 1 sumber›
Komisi Hukum mengatakan aturan saat ini berasal dari tahun 1836 dan sudah ketinggalan zaman.
▤ 1 sumber›
Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengubah hukum tentang ketidaklayakan untuk mengaku (unfitness to plead) setelah seorang pengemudi yang menyebabkan kecelakaan fatal dibebaskan mutlak karena dianggap tidak layak untuk diadili.
Pendahuluan · 1 sumberLaporan langsung
Lihat semuaKomentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Belum ada komentar. Mulai percakapan.