Harga minyak terus naik saat ketegangan AS-Iran kembali memanas
Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Selasa saat pertukaran militer baru antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi baru. Washington menyerang peluncur roket Iran di pulau Larak pada Minggu, mendorong Teheran untuk menargetkan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab. Presiden AS Donald Trump bersumpah AS akan merespons dan 'menghantam mereka dengan keras,' meskipun pemerintahannya baru-baru ini beralih ke kampanye tekanan ekonomi. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz tetap lesu, dengan sekitar lima kapal melakukan perjalanan dibandingkan dengan rata-rata 10 hari sekitar 14, dan tidak ada kapal tanker cair yang transit. Ketegangan baru ini terjadi setelah enam bulan perang, dengan Iran masih memblokir Selat Hormuz dan AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran. Harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, membebani pasar saham global. Trump dijadwalkan bertemu dengan eksekutif penyulingan minyak AS pada Selasa karena harga bensin yang melonjak menjadi beban politik menjelang pemilihan paruh waktu November.
Yang kita tahu
Washington menyerang peluncur roket Iran di pulau Larak pada hari Minggu.
▤ 1 sumber›
Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz tetap sepi, dengan sekitar lima kapal dibandingkan rata-rata 10 hari sekitar 14.
▤ 1 sumber›
Iran masih memblokir Selat Hormuz dan AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran.
▤ 1 sumber›
Harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
▤ 1 sumber›
Tidak ada kapal tanker cair yang melintasi Selat Hormuz, tidak termasuk kapal dengan transponder mati.
▤ 1 sumber›
Presiden Trump bersumpah AS akan merespons dan 'memukul mereka dengan keras'.
▤ 1 sumber›
Teheran menargetkan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.
▤ 1 sumber›
Harga minyak naik lebih tinggi lagi pada hari Selasa.
▤ 1 sumber›
Harga minyak naik lebih tinggi lagi pada Selasa setelah pertukaran militer baru antara Amerika Serikat dan Iran, dengan Washington menyerang peluncur roket Iran di pulau Larak dan Teheran menargetkan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab. Presiden Trump bersumpah akan 'menghantam mereka dengan keras,' meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.
Pendahuluan · 1 sumberLaporan langsung
Lihat semuaKomentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Belum ada komentar. Mulai percakapan.