Penolong di Nepal meledakkan lereng bukit untuk mencari pekerja pembangkit listrik tenaga air saat keluarga menunggu dengan cemas
Penolong di Nepal menggunakan bahan peledak untuk meledakkan lereng bukit guna menjangkau pekerja yang terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Sungai Trishuli, setelah banjir dahsyat di perbatasan Nepal-Tibet. Jumlah korban tewas telah mencapai 939, dengan 3.925 hilang, termasuk 592 warga negara asing. Lebih dari 600 pekerja diyakini terjebak di terowongan. Keluarga menunggu dengan cemas, beberapa berharap karena sistem oksigen. Operasi penyelamatan melibatkan personel militer Tiongkok dan Nepal, dengan ahli dari India, Korea, dan Australia. Setidaknya 11 proyek pembangkit listrik tenaga air rusak. Di Chitwan, penguburan darurat sedang dilakukan untuk jenazah yang tidak teridentifikasi. Di Tibet, jumlah korban tewas resmi adalah 16 dengan 546 hilang, dan otoritas Tiongkok telah menyensor rekaman dan menghukum spekulasi online.
Yang kita tahu
Di Tibet, jumlah korban tewas resmi adalah 16 dengan 546 orang hilang, menurut media pemerintah China.
▤ 1 sumber›
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan 279 orang telah diselamatkan dari lokasi tersebut.
▤ 1 sumber›
Tim penyelamat menggunakan bahan peledak untuk meledakkan lereng bukit guna menjangkau pekerja yang terjebak di pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Sungai Trishuli.
▤ 1 sumber›
Di Chitwan, penguburan darurat dilakukan untuk jenazah yang tidak teridentifikasi, dengan tes DNA direncanakan.
▤ 1 sumber›
Lebih dari 600 pekerja diyakini terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air.
▤ 1 sumber›
Setidaknya 11 proyek pembangkit listrik tenaga air rusak akibat banjir.
▤ 1 sumber›
Penolong di Nepal menggunakan bahan peledak untuk menjangkau pekerja yang terjebak di terowongan berlumpur di pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Sungai Trishuli, sementara jumlah korban tewas akibat bencana banjir mencapai 939 dan lebih dari 600 pekerja masih hilang.
Pendahuluan · 1 sumberLaporan langsung
Lihat semuaKomentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Belum ada komentar. Mulai percakapan.