Raja Oyo Nyimba dari Tooro, Uganda, Meninggal pada Usia 34
Oyo Nyimba, Omukama dari Tooro, sebuah kerajaan tradisional di Uganda barat, meninggal pada Kamis malam pada usia 34, menurut pengumuman oleh perdana menteri Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki. Akiiki menyatakan kesedihan yang mendalam dan menyerukan persatuan dan ketenangan di antara rakyat Tooro. Ia menyatakan bahwa pernyataan resmi dengan detail pemakaman akan menyusul. Ia juga mengklaim bahwa raja meninggalkan seorang pangeran sebagai pewaris, yang identitasnya akan diungkapkan kemudian. Oyo Nyimba naik takhta pada 1995 pada usia 3, setelah kematian ayahnya. Ia diakui oleh Guinness World Records sebagai raja termuda yang memerintah. Kematiannya memicu gelombang duka di Uganda dan ucapan belasungkawa dari pemimpin oposisi Bobi Wine. Sebelum pengumuman, media lokal mengutip seorang menteri pemerintah yang mengatakan bahwa Oyo sakit parah dan sedang menjalani perawatan di AS. Penyebab kematian belum dikonfirmasi secara resmi.
Yang kita tahu
Penyebab kematian belum diberikan secara resmi.
▤ 1 sumber›
Oyo Nyimba, Raja Tooro, meninggal pada usia 34 tahun.
▤ 1 sumber›
Ia adalah anak kedua dari Omukama Patrick David Matthew Kaboyo Olimi III dan Ratu Best Kemigisa Kaboyo.
▤ 1 sumber›
Pengumuman tersebut disampaikan oleh perdana menteri Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki, melalui media sosial.
▤ 1 sumber›
Ia diakui oleh Guinness World Records sebagai raja termuda yang memerintah.
▤ 1 sumber›
Oyo Nyimba menjadi raja pada tahun 1995 pada usia 3 tahun.
▤ 1 sumber›
Ia lahir pada 16 April 1992.
▤ 1 sumber›
Ia memiliki dua saudara perempuan.
▤ 1 sumber›
Oyo Nyimba, raja tradisional kerajaan Tooro di Uganda yang pernah diakui sebagai raja termuda di dunia, telah meninggal pada usia 34. Pengumuman disampaikan oleh perdana menteri Tooro, tanpa menyebutkan penyebab kematian.
Terverifikasi · 1 sumberLaporan langsung
Lihat semuaKomentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Belum ada komentar. Mulai percakapan.