Banjir bandang mematikan di Nepal tewaskan sedikitnya 469 orang, ratusan hilang
Banjir bandang besar melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, menewaskan sedikitnya 469 orang dan menyebabkan beberapa ratus orang hilang. Banjir menghapus seluruh desa dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga para seismolog awalnya mengira peristiwa itu sebagai gempa bumi. Para penyelamat berjuang melewati lumpur dan puing-puing untuk membawa bantuan. Para penyintas menceritakan melihat anggota keluarga tersapu, dan rumah sakit di Kathmandu dipenuhi keluarga yang menunggu kabar tentang orang hilang.
Yang kita tahu
Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet.
Kepala sekolah Rajendra Dawadi mengevakuasi 900 siswa dari Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot, Nepal, pada 2026-08-30.
▤ 1 sumber›
Beberapa penyintas diterbangkan ke rumah sakit Kathmandu dengan helikopter.
▤ 1 sumber›
Siswa dan guru pindah ke tempat yang lebih tinggi untuk selamat dan terdampar selama dua malam sebelum diselamatkan.
▤ 1 sumber›
Sebuah gedung asrama sekitar 100m dari sungai langsung tertelan.
▤ 1 sumber›
Dawadi menerima empat panggilan peringatan pada pukul 09:10 waktu setempat (03:25 GMT).
▤ 1 sumber›
Siswi Yunisha Amatya, 16, selamat hanya dalam 10 detik.
▤ 1 sumber›
Gedung sekolah terkubur di bawah lumpur dan puing-puing.
▤ 1 sumber›
Evakuasi terjadi 10 menit sebelum banjir menghantam sekolah.
▤ 1 sumber›
Nepal memulai penguburan massal pada hari Senin untuk korban banjir.
▤ 1 sumber›
18 sekolah hancur, 20 rusak, 10.000 anak membutuhkan dukungan pendidikan.
▤ 1 sumber›
PBB mendukung bantuan dengan makanan, perlengkapan medis, tenda, dan logistik.
▤ 1 sumber›
Nepal telah mulai menguburkan korban yang tidak teridentifikasi dari banjir dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Himalaya dengan China, karena jumlah korban tewas sementara mencapai 903 di Nepal dan 16 di China, dengan ribuan orang hilang.
Pendahuluan · 6 sumberLaporan langsung
Lihat semuaKomentar 0
Diskusikan peristiwa ini dalam utas permanen. Obrolan langsung tetap terpisah.
Belum ada komentar. Mulai percakapan.